GORONTALO– PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta ketenagalistrikan di tengah masyarakat, salah satunya melalui edukasi sejak usia dini.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat kegiatan pembelajaran interaktif yang digelar oleh PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gorontalo bagi 23 siswa TK Al-Irsyad di Kantor PLN UP3 Gorontalo pada Kamis (17/9).
Edukasi kelistrikan ini disampaikan langsung oleh Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Gorontalo sekaligus Ketua Srikandi PLN UP3 Gorontalo, Rahmawatie Datau. Inisiatif ini dikemas secara kreatif untuk memadukan pembelajaran interaktif dan pengenalan lapangan secara langsung, guna memberikan pemahaman konkret kepada anak-anak mengenai peran strategis sekaligus potensi bahaya energi listrik.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah proaktif PLN dalam menanamkan kesadaran keselamatan listrik sejak dini melalui pendekatan yang ramah anak.
“Anak-anak merupakan fondasi penting dalam membangun budaya keselamatan di masa depan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengenalkan listrik dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, sehingga mereka memahami manfaatnya sekaligus mengetahui hal-hal yang wajib dihindari agar tetap aman. Harapannya, pengetahuan hari ini bisa dibawa pulang dan dibagikan kepada keluarga tercinta,” ungkap Usman.
Dalam sesi edukasi tersebut, para peserta diajak mengenali berbagai langkah preventif dalam menjaga keselamatan diri, terutama saat menghadapi potensi bahaya di lingkungan sekitar. Para murid diajarkan untuk berlindung di dalam rumah saat hujan deras, menghindari genangan air di dekat tiang listrik, mematikan perangkat elektronik saat terjadi petir, serta larangan keras bermain layang-layang di dekat jaringan listrik tegangan tinggi.
Sementara itu, Ketua Srikandi PLN UP3 Gorontalo, Rahmawatie Datau, mengungkapkan bahwa mengajar anak-anak usia dini memberikan kesan tersendiri bagi insan PLN dalam menyampaikan pesan keselamatan yang krusial.
“Edukasi keselamatan ketenagalistrikan memang paling efektif jika ditanamkan sejak dini dengan metode yang interaktif. Kami berharap ilmu yang didapat hari ini melekat di ingatan mereka, khususnya pemahaman mengenai batasan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berhadapan dengan instalasi listrik,” tutur Rahmawatie.
Selain aspek keselamatan, anak-anak juga diperkenalkan pada kemudahan layanan digital masa kini, termasuk pengenalan aplikasi PLN Mobile sebagai solusi cepat dan mudah dalam mengakses layanan kelistrikan.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh guru pendamping TK Al-Irsyad, Fitriani Nohu. Ia menilai kunjungan edukatif ini memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi anak-anak didiknya.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN UP3 Gorontalo atas sambutan hangat dan kesempatan berharga ini. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak. Mereka bisa belajar secara langsung, mengenal manfaat listrik, sekaligus memahami pentingnya menggunakan listrik secara aman,” ungkap Fitriani.
Melalui sinergi edukasi ini, PLN UP3 Gorontalo berharap terbentuknya kebiasaan positif pada anak-anak dapat menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga dan sekolah, demi terciptanya ekosistem yang aman dari bahaya kelistrikan.

Tinggalkan Balasan