LIPUTAN15.COM,MANADO– Isu kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali ramai dibahas di berbagai platform diskusi publik, termasuk grup WhatsApp, setelah muncul laporan tentang “rapor buruk” dari evaluasi nasional Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk tahun 2025.

Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara, Herol Vresly Kaawoan (HVK), merespons dengan klarifikasi agar masyarakat tidak salah paham soal konteks penilaian itu. Secara tegas tapi bijaksana, Herol menyatakan bahwa poin dan posisi yang disebutkan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.7-2109 Tahun 2025 mengenai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) sebenarnya mencerminkan performa tahun 2023, bukan capaian dari kepemimpinan saat ini.

“Harus dipahami secara adil bahwa evaluasi ini menggambarkan situasi sebelumnya. Periode yang dinilai adalah 2023, sementara pemerintahan baru di bawah Gubernur Yulius Selvanus Komaling dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay baru dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Jadi, hasil itu jelas bukan gambaran kerja kami sekarang,” kata Herol, yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulut periode 2019-2024.

Data dari Kemendagri menunjukkan Sulawesi Utara berada di urutan 30 dari 33 provinsi dengan nilai 2,0202, dan diklasifikasikan sebagai kinerja “rendah”. Bagi Herol, ini malah jadi motivasi untuk pemerintahan yang sedang fokus pada perubahan besar.

“Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur anggap ini sebagai kesempatan untuk memulai dari nol. Mereka sudah tekadkan diri untuk tingkatkan pengelolaan pemerintahan yang lebih jujur, hemat, dan hasil-oriented,” jelas Herol dengan semangat positif.

Lebih lanjut, ia sebut di era Yulius-Victor, Sulut sedang melangkah ke arah yang lebih maju. Upaya reformasi birokrasi dilakukan melalui kerjasama antar-sektor, dengan dorongan agar semua instansi daerah beroperasi berdasarkan data akurat, pertanggungjawaban, dan layanan yang adil bagi masyarakat.

Sebagai Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD Gerindra Sulut, Herol yakin perubahan ke pemerintahan yang solid butuh proses panjang, disiplin, dan kepemimpinan visioner.

“Pemerintahan Yulius-Victor bukan lagi salahkan orang lain, tapi sedang restrukturisasi seluruh sistem pengelolaan. Ini tahap perbaikan mendasar yang bakal bentuk masa depan Sulawesi Utara dalam 5-10 tahun mendatang,” tegas Herol, alumni Diklat Hambalang yang sering bicara soal perbaikan birokrasi.

Dengan yakin, Herol akhiri pernyataannya bahwa masa kepemimpinan baru di Sulut sedang menapaki transformasi yang konkret. Ia optimis, di penilaian nasional selanjutnya, Sulawesi Utara akan berubah wajah – lebih cerah, akuntabel, dan siap bersaing.

“Nilai lama bukan penutup kisah. Ini cuma pembuka untuk babak segar: kebangkitan Sulawesi Utara yang canggih, efisien, dan kompetitif,” tutupnya.(ite)