MINAHASA SELATAN – Kekacauan melanda Jalan Turunan Munte, Kecamatan Munte, Kabupaten Minahasa Selatan, setelah truk tangki milik Pertamina bermuatan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terbalik pagi tadi.

Kejadian nahas ini terjadi sekitar pukul 10.00 WITA, Selasa (14/4/2026), memicu kemacetan panjang dan kepanikan warga akibat tumpahan solar yang membanjiri permukaan jalan seperti air hujan deras.

Sopir truk, yang identitasnya belum dirilis, secara ajaib selamat tanpa luka serius. Namun, kebocoran dari tangki menyebabkan ribuan liter solar mengalir deras ke aspal, menciptakan genangan licin sepanjang ratusan meter.

Pengendara yang melintas langsung mengemudikan kendaraan harus berhenti untuk menghindari slip, sementara aroma menyengat solar memenuhi udara.

“Minyak solar ini tumpah di jalan. Jika ada percikan api, ini bisa kebakaran besar,” ujar salah seorang saksi mata, Budianto (35).

Pantauan di lokasi menunjukkan truk tangki  BBM solar terguling miring di lereng turunan licin. Bagian bawah tangki pecah, memungkinkan solar mengalir tanpa henti, sopir dan warga pun panik.

“Kami bingung harus ngapain. Minyaknya terus keluar, bahaya banget kalau ada rokok atau knalpot panas,” tambah seorang warga setempat, Maria (42).

Kemacetan parah mempengaruhi ratusan pengendara dari arah Tomohon, Manado, dan Minahasa Selatan. Respon cepat pun datang dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Dinas Pemadam Kebakaran datang ke lokasi sekitar pukul 15.00 Wita membersihkan tumpahan minyak solar.
Mereka menyemprot jalan dengan air supaya tumpahan minyak bisa hanyut supaya bisa dilalui kendaraan.

Kecelakaan serupa pernah terjadi di wilayah Minahasa pada 2023, ketika truk BBM tergelincir di Rungkut, menyebabkan kebakaran.

Warga kini berharap penanganan cepat untuk cegah bencana lebih besar. Jika tumpahan tak terkendali, solar bisa mencemari dan membahayakan lingkungan.(*)