MANOKWARI — Kontingen Sulawesi Utara tampil dominan dan menorehkan prestasi gemilang pada Pekan Seni dan Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari.

Di bawah koordinasi Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Sulawesi Utara, tim Sulut keluar sebagai Juara Umum dan membawa pulang Piala Presiden, sekaligus mengukuhkan wilayah ini sebagai kekuatan utama di kancah seni paduan suara gerejawi nasional.

Ketua Umum LPPD Provinsi Sulawesi Utara, Aniek Fitri Wandriani, menyatakan kebanggaannya atas capaian tim. “Kami bersyukur atas perolehan Tim Sulut di Pesparawi Nasional XIV Manokwari. Terima kasih kepada seluruh pengurus, peserta, pelatih, dan semua pihak yang telah membantu—baik melalui dukungan materi, doa, maupun semangat. Teristimewa, semua ini terjadi karena berkat Tuhan serta dukungan penuh dari Bapak Gubernur Sulawesi Utara,” ujar Aniek.

Dalam penampilan yang konsisten dan berkelas, Sulawesi Utara meraih empat gelar Champion pada kategori utama:

  1. Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC)
  2. Paduan Suara Pria (PSP)
  3. Paduan Suara Wanita (PSW)
  4. Musik Gerejawi Nusantara (MGN)

Selain itu, kontingen membawa pulang lima medali Gold pada nomor lain:

  • Paduan Suara Anak (PSA) — Peringkat 2
  • Paduan Suara Remaja Pemuda (PSRP) — – Peringkat 2
  • Vocal Group — Peringkat 5
  • Solo Anak 7–10 Tahun — Peringkat 4
  • Solo Anak 11–15 Tahun — Peringkat 8

Sulut juga merebut tiga penghargaan Silver:
Musik Pop Gerejawi (MPG) — Silver Peringkat 1
Solo Remaja Putri — Silver Peringkat 11
Solo Remaja Putra — Silver Peringkat 13

Secara total, Kontingen Sulawesi Utara mencatatkan prestasi 4 Champion, 5 Gold, dan 3 Silver. Momentum kemenangan memuncak ketika kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dinobatkan sebagai Grand Champion dan berhak atas Piala Menteri Agama. Keberhasilan ini mengantar Sulawesi Utara menjadi Juara Umum Pesparawi Nasional XIV dan memastikan pulangnya Piala Presiden ke Bumi Nyiur Melambai.

Penghargaan ini dipandang sebagai buah dari pembinaan berkelanjutan dalam seni musik gerejawi di Sulawesi Utara, kerja keras peserta serta tim pelatih, dan dukungan institusi daerah.

Keberhasilan di Manokwari menjadi bukti bahwa pembinaan tersebut mampu menghasilkan performa kompetitif di level nasional dan memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu pusat unggulan paduan suara gerejawi Indonesia.