MINUT-Bupati Minahasa Utara Dr. Joune Ganda, yang juga menjabat sebagai Penatua Remaja GMIM Wilayah Minawerot, membuka secara resmi Perkemahan Kreatif dan Penginjilan Remaja SAG Sulutteng pada Selasa (7/7/2026) di Bumi Perkemahan Banana Village Watudambo.

Kegiatan yang menjadi ruang pertemuan lintas sinode gereja-gereja Kristen di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah ini berlangsung rutin dan menjadi momentum rohani penting bagi kaum remaja Kristiani.

Dalam sambutannya, yang akrab disapa “Kak Penatua Joune” oleh para peserta remaja GMIM, Bupati Ganda mengajak para pemuda menjaga persaudaraan dan semangat oikumenis.

Ia menyampaikan gambaran kehidupan berjemaat dengan analogi yang menggarisbawahi pentingnya kebersamaan: “Sebuah ribuan kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ujar Bupati, seraya mengingatkan bahwa melalui pertemuan lintas wilayah dan sinode, remaja dapat saling mengenal dan menumbuhkan ikatan iman yang mungkin akan berbuah puluhan tahun kemudian.

Bupati Joune Ganda menekankan pentingnya menjaga semangat persaudaraan dalam kasih Kristus dan memelihara kebersamaan sebagai cita-cita gereja. Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan dan bertindak bijak selama kegiatan, memilih aktivitas yang bermanfaat dan menghindari hal-hal yang berisiko.

Pembukaan resmi ditandai dengan pemukulan tentena kor (tradisi pembukaan) oleh Bupati Joune Ganda bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kadis Pemuda dan Olahraga Dr. Audy Pangemanan, serta seluruh pucuk pimpinan gereja dan pengurus remaja SAG. Acara dilanjutkan dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan remaja dari masing-masing sinode.

Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pdt. Jecklyn Sumilat S.Th selaku Ketua Harian SAG. Tampak hadir pula rombongan Pemerintah Provinsi yang diwakili Dr. Audy Pangemanan, para kepala OPD Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara termasuk pejabat eselon II dan III, serta jajaran pimpinan Komisi Remaja dan pembina SAG Sulutteng.

Perkemahan ini selain mengangkat nilai-nilai rohani juga dirancang sebagai wadah kreativitas dan penginjilan bagi remaja, memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas jaringan lintas sinode, menguatkan iman, dan mengasah keterampilan pelayanan yang akan memperkaya kehidupan gereja di wilayah Sulawesi Utara dan Tengah.(**)