MANADO — Sejumlah peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dinyatakan siap memasuki tahapan pendidikan klinis setelah menyelesaikan rangkaian orientasi dan pelatihan dasar pelayanan rumah sakit. Penutupan kegiatan berlangsung Selasa (15/9) di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou.
Kegiatan penutupan dirangkaikan dengan modul pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Pelayanan Prima, serta pelatihan ketahanan mental.
Selanjutnya, peserta menandatangani Pakta Integritas PPDS dan Perjanjian Penyelenggaraan Pembelajaran Klinik antara RSUP Kandou dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat).
Dekan FK Unsrat, Dr. dr. Billy J. Kepel, M.Med.Sc., Sp.KKLP, mengatakan penandatanganan Pakta Integritas menjadi simbol komitmen semua pihak untuk menjalankan proses pendidikan secara bertanggung jawab.
Menurutnya, residen PPDS akan menghadapi tantangan akademik, klinis, dan aspek nonakademis selama masa pembelajaran di rumah sakit, sehingga pakta itu penting sebagai pedoman perilaku dan profesionalisme.
“Tidak semua profesi memiliki pakta integritas. Ini penting karena aspek klinis maupun nonklinis harus diantisipasi saat saudara terjun dalam pelayanan sebagai residen PPDS,” ujar Kepel.
Ia mengingatkan bahwa proses pendidikan yang berlangsung kurang lebih empat tahun harus dijalani dengan penuh tanggung jawab sesuai pakta yang ditandatangani.
Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes., menyatakan penutupan orientasi menandai kesiapan peserta untuk memasuki pendidikan klinis.
Prof. Starry memberi tiga amanat khusus kepada para peserta: belajar sungguh-sungguh, melayani dengan hati, dan menghormati semua pihak di lingkungan rumah sakit.
“Jangan membeda‑bedakan. Apakah tenaga kesehatan ini atau itu, cleaning service, tenaga administrasi—semua harus kita perlakukan dengan rasa hormat,” tegas Dirut Starry.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menghindari segala bentuk perundungan dan menampilkan sikap profesional yang mengutamakan keselamatan serta kepentingan pasien.
Prof. Starry menekankan bahwa pendidikan kedokteran di RS Kandou dan FK Unsrat tidak hanya menitikberatkan kemampuan klinis, tetapi harus seimbang dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ia berharap para peserta PPDS menjadi dokter yang berdedikasi dan mampu menunjukkan integritas dalam praktik layanan kesehatan.
Penutupan resmi dilakukan oleh Dirut Starry dan didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou, dr. Yune Laukati, MARS. Hadir pula Wakil Dekan I FK Unsrat, Dr. dr. Nurdjanah Jane Niode, Sp.DVE, Subsp.Ven, serta perwakilan fakultas dan manajemen rumah sakit.
Dengan berakhirnya orientasi, para peserta PPDS melanjutkan pendidikan klinis di RSUP Kandou berbekal pengetahuan keselamatan pasien, mutu pelayanan, pencegahan infeksi, keselamatan kerja, pelayanan prima, dan ketahanan mental.(*)

Tinggalkan Balasan