Sangihe, – Staf khusus Kementrian Pertanian Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian (Stafsus Kementan) mengunjungi Kabupaten Kepulauan Sangihe yang disambut langsung Bupati Kepulauan Sangihe, senin, 16/11/20. Dirumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe.

Rencananya Stafsus Kementan dalam kunjungannya dua hari di sangihe akan meninjau langsung lokasi pertanian yang ada di sangihe guna melihat secara langsung komoditas apa yang paling banyak ditanam petani, serta menyerap aspirasi dari petani terkait permasalahan yang di hadapi dilapangan.

Ketika ditemui, Stafus Kementan Yesiah Ery Tamalagi mengatakan sangihe memiliki potensi yang sangat bagus di bidang pertanian ini di buktikan dengan ada beberapa petani yang sudah merasakan nilai ekonomis dari bertani.

“Misalnya tadi ditempat yang pertama, mereka sudah tiga kali panen, dan sekarang mulai dengan tanaman keempat. Artinya, mereka sadar betul potensi pertanian yang kalau dikelola dengan baik, bisa meningkatkan sektor perekonomian mereka, setidak-tidaknya kebutuhan mereka sendiri,” ungkap Tamalagi.

Namun demikian, menurut dia masih ada sejumlah kendala yang secara teknis ditemukan dari para petani, semisal masalah perubahan cuaca yang sering berdampak pada hasil produksi nanti, dan disebutkannya sebagai masalah klasik yang berulang-ulang.

“Makanya, saya tadi sudah bilang ke Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Karantina, dan Balik Palma. Artinya, teman-teman di Manado (Provinsi, red) harus turun tangan jika Dinas di Daerah tidak mampu men-cover permasalahan tersebut,” tegas Tamalagi

Hak itu menurutnya sudah jadi kewajiban instansi-instansi pertanian, karna sudah menjadi komitmen Kementan, bahwa Kementerian wajib hadir bagi petani.

“Apalah artinya gedung dan fasilitas megah, kalau petani tidak bisa kita dampingi. Kalau teman-teman saat pandemi COVID-19 lebih dekat dengan keluarga, maka artinya tanggung jawab di Pertanian tidak terlaksana. Kita harus turun, untuk memastikan ketersediaan pangan, karna akan berbahaya jika ketersediaan pangan terganggu,” lanjut dia.

Sementara itu lebih spesifik pada potensi pertanian Sangihe, dirinya menyebutkan jika dalam waktu dekat, pihaknya akan coba membantu masyarakat Sangihe, terkait pemanfaat teknologi, dalam pertanian.

“Cuma memang kita tidak tau kondisi di Daerah seperti apa. Jadi, nanti akan coba kita push bantuannya, tentu sesuai permintaan pak Kadis, dan Penyuluh Lapangan,” tandas dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sangihe Godfried Pella mengatakan dengan adanya kunjungan staf Khusus Kementerian Pertanian (Stafsus Kementan) tentu merupakan sesuatu yang sangat baik bagi kemajuan pembangunan pertanian di Kabupaten Sangihe. Dimana tujuan kedatangan Stafsus Kementan ialah melihat dan mendengar langsung permasalahan pertanian yang ada di Sangihe.

“Sebenarnya ini adalah moment yang sangat baik dimana kedatangan staf khusus Kementerian yang datang di sini dimana tujuannya yakni melihat dan mendengar langsung pembangunan pertanian khususnya pertanian horticultura dan pangan di kawasan perbatasan,” ujarnya

Ia juga mengatakan dari hasil kunjungan yang di lakukan tadi ada beberapa persoalan  yang di temukan diantaranya kurangnya tenaga penyuluh petani.

“Setelah melihat itu memang banyak hal yang kurang dalam hal ketersediaan produksi terbatas dan sarana prasaran pertanian kemudian tapi juga berkembang terkait kurangnya tenaga penyuluh pertanian.

“Memang yang menjadi kendala bagi teman-teman penyuluh dikarenakan wilayah kerja yang besar dimana dalam satu Kecamatan hanya di isi satu atau dua penyuluh pertanian sedangkan untuk saat ini saja semangat masyarakat untuk petani sangat tinggi,” jelasnya.

Ia mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan Kaban (Kepala Badan) BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) terkait permasalahan tersebut.

“Saya (Pella) sudah melakukan koordinasi dengan Kaban BKPSDM pak
Steven Lawendatu dan ternyata untuk Tahuna depan ada formasi P3K untuk penyuluh pertanian dan itu nantinya akan kami fokuskan terhadap para tenaga honorer yang ada,” ujarnya.

Di akuinya ada juga kendala yang ditemui diantaranya terkait adanya erangan hama.

“Memang ada tiga tanam komoditi yang saat ini di fokuskan oleh Dinas Pertanian diantaranya cabai, tomat dan bawang merah  namun karena curah hujan yang cukup tinggi saat ini sehingga tanaman cabai dan tomat diserang hama untuk itu, tadi pak Erick langsung menginstruksikan BTTP untuk menyediakan varietas yang tahan dengan kondisi saat ini dan varietas itu memang ada,”jelasnya.

Sehingga nantinya pihak BTTP akan terjun langsung untuk melakukan pelatihan terhadap petani terkait varietas baru tersebut.

“Penanganan ini baik dari penyuluhan hingga prakteknya bagaimana budidaya dan pengendalian hama serta penyakit,” tandasnya