LIPUTAN15.COM-Sakit hati karena ibunya diperkosa beberapa kali, Riyan (17) warga Pasuruan memotong tetanggnya dengan kapak hingga tewas, Jumat lalu.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda kepada detikcom mengatakan, meski sejak lama memendam sakit hati pada korban, pelaku tak pernah melakukan tindakan kasar pada korban.
Pelaku juga tak pernah melakukan percobaan pembunuhan pada korban sebelumya.
“Sebelumya tersangka ini tak pernah melakukan percobaan penusukan atau pembunuhan pada korban. Aksi yang menyebabkan korban tewas itu yang pertama,” ungkapnya.
Menurut Adrian, aksi penusukan memang direncanakan sebulan sebelumnya. Selain sudah menyiapkan Kapak, hari itu pelaku juga mengintai keberadaan korban.
“Memang memenuhi unsur pembunuhan berencana,” kata Adrian.
Menurut Adrian selama ini pelaku berperilaku baik. “Di sekolah juga normal-normal saja, seperti anak lain,” kata Adrian.
Riyan sendiri mengaku bunuh korban, Yasin (49), karena sakit hati. Sakit hati itu, kata Riyan karena ia diberitahu beberapa orang bahwa ibunya pernah diperkosa korban saat ia masih bocah.
Di tambah lagi saat dia buka pintu rumah dia melihat sendiri ibunya lagi di perkosa. Sakit hati untuk ia pendam sejak lama hingga menjadi dendam kesumat. Hingga ia melampiaskan dendam dengan menusuk korban hingga tewas.
Diberitakan, Yasin Fadilah (49), warga Desa/Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan tewas usai ditusuk pelaku pukul 11.30
WIB. Korban meninggalkan kepala terpisah dari leher pelaku lalu kabur. Korban meninggal seketika pelaku berhasil dibekuk polisi di Mojokerto saat naik bus menuju Kediri, sehari setelah kejadian.


Tinggalkan Balasan