LIPUTAN15.COM,TOMOHON-Masyarakat Kota Tomohon diharapkan tidak memberi ruang munculnya politik identitas menghadapi pemilihan serentak tahun 2024.
Hal itu ditekankan oleh Dr Jericho Pombengi SSos MSi saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang dilaksanakan oleh Bawaslu Kota Tomohon, Jumat (26/7/2024).
Menurut Akademisi Universitas Sam Ratulangi ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah modal utama kita menangkal politik identitas.
Politik identitas kerap muncul jelang Pemilu atau Pilkada. Secara umum, politik identitas melibatkan aspek Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
Politik identitas dalam pemilu sering digunakan sebagai strategi untuk memobilisasi dukungan dari segmen-segmen tertentu dalam masyarakat.
Demikian halnya, politik identitas dapat memangkas hak seseorang untuk ikut kontestasi Pemilu maupun Pilkada di mana pun di wilayah NKRI.
Karenanya, politik identitas sering berdampak negatif. Seperti memperdalam polarisasi ditengah masyarakat.
“Dan mengaburkan isu-isu substansial yang seharusnya menjadi fokus dalam pemilihan serentak kepala daerah,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan