LIPUTAN15.COM– Anak-anak pelosok Mamasa nggak lagi belajar gelap-gelapan! Ratusan siswa di 82 sekolah wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) kini nyaman pakai gadget dan media digital berkat program Lisdes PLN. 25 sekolah pakai inovasi SuperSUN (PLTS mini + BESS), 57 lagi lewat perluasan jaringan – energi bersih anak bangsa yang tembus medan ekstrem.
Guru SDK 014 Sokbok Musa girang: “Thanks PLN! SuperSUN bikin kelas interaktif – video, animasi, semangat belajar naik gila-gilaan. Dampaknya luar biasa buat desa kami,” ujarnya.
Perjuangan tim PLN epik: 331 km dari Makassar, tambah 18,9 km lumpur terjal, bahkan gotong royong pikul panel 100 kg sejauh 9 km. Tapi saat bohlam pertama nyala, sorak anak-anak bayar semua lelah.
Bupati Mamasa Welem Sambolangi apresiasi: “PLN hebat! Listrik ini fondasi revitalisasi sekolah dan digitalisasi – anak belajar nyaman, guru kreatif, daerah maju bareng zaman. Kolab Pemda-PLN lanjutkan,” ujarnya.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo tegas: “Setiap anak berhak terang sama! Ini transformasi pendidikan, pemerataan, dan transisi EBT – listrik buka jalan masa depan inklusif,” ujarnya.
GM UID Sulselrabar Edyansyah bilang: “SuperSUN dorong elektrifikasi hijau. Sampai Sept 2025, 1.500 unit pasang, 503 sekolah nyala – ekonomi lokal tumbuh, harapan baru lahir di nusantara,” ujarnya.
Dari Mamasa ke pelosok lain, SuperSUN ubah nasib – pendidikan modern, energi mandiri, Indonesia terang merata.


Tinggalkan Balasan