MANADO— PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) menggelar sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan disertai simulasi tanggap darurat di Aula Klabat Kantor Induk, Rabu (13/5).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan personel dan mengecek keandalan fasilitas keselamatan untuk mereduksi risiko saat kondisi darurat.
Acara menghadirkan manajemen, staf operasional, Satuan Pengamanan, serta Tim Tanggap Darurat internal.
Menurut General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, kegiatan tersebut menunjukkan implementasi budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan dan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan. “Kesiapsiagaan bukan sekadar prosedur; itu harus menjadi respons refleks setiap individu saat situasi kritis,” kata Usman.
Sesi materi diberikan oleh Hiskia Barus, ahli manajemen sistem keamanan, yang memaparkan struktur komando darurat, manajemen logistik, hingga langkah evaluasi pasca-insiden. Materi ini dilengkapi praktik taktis bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, yang dibuka resmi oleh Kepala Dinas Damkar, Jimmy Charles Esau Rotinsulu.
Puncak kegiatan adalah simulasi evakuasi dan pemadaman. Sirine darurat dinyalakan, penghuni gedung melakukan evakuasi ke titik kumpul, sementara Satpam dan tim internal berkoordinasi dengan petugas Damkar untuk menanggulangi titik api menggunakan alat pemadam ringan.
Pelaksanaan simulasi dipantau langsung untuk menilai kecepatan respons, penggunaan perangkat proteksi kebakaran, dan kelancaran jalur evakuasi.
Usman menegaskan bahwa latihan semacam ini juga berfungsi sebagai evaluasi rutin terhadap sarana proteksi—mulai APAR, hidran, hingga rute evakuasi—agar semuanya siap pakai. Hasil evaluasi akan menjadi dasar perbaikan prosedur dan penguatan kapasitas personel.
Dengan langkah-langkah mitigasi yang konsisten, PLN UID Suluttenggo berharap mampu menjaga kontinuitas layanan ketenagalistrikan bagi masyarakat di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, sekaligus memastikan lingkungan kerja yang aman dan tangguh menghadapi berbagai ancaman darurat.


Tinggalkan Balasan