LIPUTAN15.COM,MANADO— Pemerintah pusat terus mengintensifkan upaya pemerataan akses digital di seluruh wilayah Indonesia, khususnya melalui Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi).

Bukti nyata dari komitmen ini terlihat dalam Forum Diskusi Sinergi Pemerintah dan Badan Usaha yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Kamis (13/11).

Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan dari pusat, daerah, dan badan usaha untuk merancang strategi percepatan pembangunan infrastruktur digital, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang menjadi tantangan tersendiri bagi Sulawesi Utara.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan bahwa akses internet kini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, bukan lagi sekadar fasilitas pelengkap.

“Masih terdapat kesenjangan signifikan, terutama di kabupaten kepulauan Sulawesi Utara. Oleh karena itu, kami berfokus untuk memperluas jangkauan infrastruktur digital agar internet bisa dinikmati hingga pelosok pulau-pulau terkecil,” jelas Wayan.

Pemerataan ini menjadi bagian dari visi besar Indonesia Digital 2045, sebuah agenda nasional yang menjanjikan layanan digital merata untuk pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik bagi seluruh warga tanpa terkecuali.

Dukungan kuat juga datang dari sektor badan usaha, seperti yang disampaikan Direktur Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia, Ganda Yudha Asparaini. Ia menegaskan kesiapan perusahaan memperkuat pembangunan jaringan digital di wilayah kepulauan Sulut, agar program nasional ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), memberikan sorotan khusus pada pentingnya keadilan digital di daerah kepulauan.

“Meski Indonesia sudah merdeka selama 80 tahun, banyak saudara di pulau-pulau kita yang belum merdeka secara digital karena keterbatasan akses internet. Hal ini harus segera diatasi,” tegas YSK.

Ia menargetkan pembangunan infrastruktur internet di wilayah perbatasan dan kepulauan dapat rampung sebelum perayaan Natal tahun ini agar percepatan digitalisasi bisa dinikmati seluruh masyarakat.Dengan geografis Sulawesi Utara yang terdiri dari banyak kepulauan seperti Talaud, Sangihe, dan Sitaro, tantangan pembangunan infrastruktur digital menjadi kompleks.

Namun, kolaborasi erat antara Kementerian Komdigi, pemerintah daerah, dan badan usaha nasional diharapkan mampu membuka akses digital seluas-luasnya, memperkuat daya saing daerah, dan mengakselerasi kemajuan ekonomi berbasis teknologi di seluruh penjuru Sulawesi Utara.