LIPUTAN15.COM MELONGUANE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud melaksanakan Acara Adat Mandurru’u Tonna Tahun 2026.
Kegiatan adat tahunan yang digelar pada Jumat (6/2/2026) di lapangan kompleks kediaman Bupati Talaud di Melonguane ini dihadiri langsung oleh Bupati Talaud Welly Titah didampingi oleh Ketua TP-PKK Ny Henny Hongwijoyo dan Wakil Bupati Anisya Gretsya Bambungan SE.
Acara adat tahunan ini mengusung tema “Rero Daruduran Mattarino Henggona Wantambuwunu Alu Ape Su Ipalembung Ipamanua Su Allo Adantane (Tuhan Jalan Kebenaran dan Kehidupan Sumber Berkat Sepanjang Masa) dan Sub Tema “Taloda Lumempang Sangkalempang, Aembalang Sangkarindi Mawelenggu Tata’u Pasasambua Mawali Suwingkako Paaukka, Tadea’u Taloda Wangke Sumuwu’u Atatino Alalangnganna Tumimbolo’a Auntungan Asomarran. (Masyarakat Talaud Berjalan Sama Langkah, Berdayung Sama Irama Kembali Menjunjung Tinggi Nilai Persatuan dan Kesatuan Demi Kehidupan Masyarakat Yang Damai Sejahtera).
Acara Mandurru’u Tonna Tahun 2026 ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tetua adat hingga jajaran pemerintah. Puncak prosesi ditandai dengan pemotongan pua manggorongan (kepala babi) dan ba’aa (ketupat besar) sebagai simbol keberuntungan dan penolak bala bagi warga dari wilayah Tinonda hingga Napombaru.
Dalam sambutannya Bupati Welly Titah menyatakan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa sembari mengajak warga Tanah Porodisa untuk melangkah bersama untuk satu tujuan demi kesejahteraan hidup.
“Mari kita melangkah bersama berdayung seirama sehati dalam satu tujuan saling menjaga dan demi masyarakat yang damai sejahtera. Inilah teladan iman, adat dan persaudaraan yang harus terus kita hidupkan. Hadirin yang saya hormati, sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab dalam mendukung pembangunan daerah,” ucap Bupati Welly Titah.
Lebih lanjut Bupati Talaud menyampaikan bahwa kita harus bergandengan tangan membangun Tanah Porodisa tercinta. “Mari kita terus bergandeng tangan membangun Tanah Porodisa dengan semangat persaudaraan. Adat adalah akar kehidupan sosial kita. Iman adalah penuntun hidup kita dan pemerintah adalah penggerak pembangunan. Ketiganya harus berjalan seimbang karena dari setiap proses pembangunan tidak hanya pembangunan fisik tetapi membang manusia, nilai dan masa depan,” ungkapnya.
Diakhir kata dirinya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tokoh adat, tokoh agama serta seluruh masyarakat Tanah Porodisa dari Tinonda sampai Napombaru yang dengan setia menjaga, merawat dan melestarikan Manduru’u Tonna yang telah ditetapkan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia sebagai warisan budaya Tak Benda Indonesia dan menjadi kebanggaan kita bersama.
“Saramatte Tonna Wakku 2026 Mawu Mangaramatta si ite Taroda, Wanua Porodisa lai Mangaramatta si ite sarangkanambone wussu orassa indi sara marannu-rannu,” ujarnya.
Adapun ibadah syukur kali ini dipimpin oleh Ketua Umum Sinode Germita Pdt Dr Arnold A Abbas, M.Th ini berlangsung khidmat dan lancar meskipun sempat diawali dengan hujan.
Acara ini tampak dihadiri oleh Sekretaris Daerah Dr Yohanis B K Kamagi, AP, M.Si didampingi Ketua Dharma Wanita Ny Selni Papalapu, Forkopimda, para Pejabat Tinggi Pratama dilingkup Pemkab Talaud, para Stafsus Bupati, Dewan Adat dan para Pentua adat, para Anggota DPRD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, jajaran pegawai ditiap OPD serta tamu undangan yang turut hadir memeriahkan momentum adat tahunan ini. (tni)


Tinggalkan Balasan