LIPUTAN15.COM, BOLMUT – Kepala Dinas Kesehatan Bolaang Mongondow Utara Ali Dumbela buka suara soal sorotan tajam yang disampaikan Bupati Sirajudin Lasena mengenai kondisi Public Safety Center (PSC) 119 yang dinilai tidak aktif selama dua tahun terakhir.

Sebelumnya, dalam kegiatan evaluasi Renja Perangkat Daerah di Aula Bapelitbang, Senin (04/05/2026), Bupati Sirajudin mengungkapkan kekecewaannya melihat kantor PSC yang gelap gulita dan tidak lagi responsif melayani masyarakat seperti saat dirinya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati.

Menanggapi hal tersebut, Ali Dumbela menjelaskan bahwa kendala utama operasional PSC 119 berakar pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023.

Aturan tersebut melarang pengangkatan tenaga non ASN, padahal sebelumnya operasional PSC sangat bergantung pada Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Ketidakaktifan secara maksimal mulai terasa sejak 1 Januari 2024, tepat saat larangan pengangkatan PTT diberlakukan secara ketat.

Meski personel berkurang drastis, Ali Dumbela menegaskan bahwa layanan kesehatan darurat sebenarnya masih berjalan dengan memaksimalkan tenaga PNS dan PPPK yang ada.

“Sampai dengan hari ini kami tetap melayani. Bahkan hari ini pun kami dihubungi untuk persiapan seleksi Paskibraka dan tim PSC turun langsung. Pelayanan tetap jalan, hanya saja orangnya berkurang tidak seperti dulu,” tegas Ali Dumbela.

Ia menambahkan bahwa masyarakat dari wilayah mana pun, termasuk dari ujung Sangkup sampai dengan Pinogaluman tetap dilayani jika menghubungi nomor darurat.

“Intinya PSC sampai dengan saat ini masi tetap melayani,” tambahnya.

Ali juga mengatakan, hingga saat ini, PSC belum terbentuk sebagai unit mandiri (UPTD) dan masih melekat pada bidang di Dinas Kesehatan, sehingga secara Analis Jabatan (Anjab) posisi personel belum tersedia secara permanen.

“Dinas Kesehatan tengah berupaya membentuk PSC menjadi unit mandiri setingkat UPTD. Langkah ini diambil agar PSC memiliki struktur organisasi yang kuat, anggaran sendiri, dan tidak lagi hanya sekadar melekat di dinas, sehingga pelayanan kepada masyarakat Boltara bisa kembali optimal 24 jam,” pungkasnya.

Nvg