TOMOHON-Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom. hadir dan menyampaikan tanggapan Wali Kota atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna di ruang sidang DPRD Kota Tomohon, Senin (14/9/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Drs. Jhonny Runtuwene, D.E.A., didampingi Wakil Ketua Donald Pondaag dan Jefri Polii, serta dihadiri seluruh anggota dewan, Sekda Edwin Roring, unsur Forkopimda perwakilan, dan jajaran pemerintahan kota.

Dalam tanggapannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas masukan konstruktif dari seluruh fraksi yang dinilai memperkaya proses perumusan anggaran.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemandangan umum bukan sekadar prosedur formal, melainkan dialog demokratis yang membantu penyempurnaan dokumen anggaran agar lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Menjawab catatan Fraksi PDI Perjuangan, Pemkot menyatakan Ranperda APBD 2027 disusun untuk menerjemahkan RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2027 ke dalam program yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, layanan publik, dan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah sependapat bahwa optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan dilakukan melalui digitalisasi, pemutakhiran data, intensifikasi dan ekstensifikasi tanpa mengorbankan daya beli masyarakat. Usulan pembentukan badan khusus pengelolaan pendapatan daerah akan dikaji lebih lanjut sesuai regulasi.

Terkait efisiensi belanja, Pemkot membuka ruang pencermatan belanja barang dan jasa bersama TAPD dan Banggar, sementara alokasi hibah dan bantuan sosial dijanjikan dibuat lebih selektif, tepat sasaran, dan berbasis data.

Pemerintah juga menyambut usulan bantuan pendidikan bagi mahasiswa jenjang S1–S3 yang mendukung pengembangan kota, dengan kajian kemampuan fiskal dan mekanisme pelaksanaannya.

Menanggapi catatan Fraksi Golkar, Pemkot mengakui kebutuhan antisipasi dampak El Niño hingga awal 2027 dan menegaskan akan memetakan intervensi berdasarkan kelurahan serta komoditas.

Untuk peningkatan layanan air minum, sanitasi, dan pengelolaan sampah, pemerintah akan memperbarui data, memperjelas indikator, dan memperkuat kesiapan operasional, termasuk langkah pencegahan kebakaran TPA Taratara.

Soal perlindungan sosial dan jaminan kesehatan, Pemkot menyebut 28.500 jiwa telah terakomodasi dan berkomitmen memperkuat verifikasi data penerima bantuan lewat kelurahan. Dalam bidang pendidikan, perencanaan anggaran akan mengacu pada data sekolah terbaru untuk menentukan intervensi sasaran dan evaluasi berkala.

Program penguatan UMKM dan penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda akan difokuskan pada pembinaan kapasitas, digitalisasi, dan integrasi dengan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.

Menanggapi masukan Fraksi Gerindra, Pemerintah Kota menyatakan komitmen memperkuat PAD melalui pemutakhiran data dan kepatuhan pajak, merasionalisasi belanja operasi untuk dialihkan ke program prioritas, serta meningkatkan belanja modal yang diarahkan pada infrastruktur jalan, irigasi, dan layanan dasar.

Pemerintah menegaskan kebijakan pembiayaan akan dilakukan hati‑hati dan berbasis kemampuan fiskal untuk menjaga kesinambungan APBD.

Di bagian penutup, Wakil Wali Kota mengucapkan terima kasih atas persetujuan DPRD melanjutkan pembahasan Ranperda ke tahap berikutnya dan berharap proses pembahasan berjalan konstruktif sehingga menghasilkan APBD 2027 yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Hadir dalam rapat paripurna seluruh anggota DPRD Kota Tomohon, Sekda Edwin Roring, Wakapolres Tomohon Kompol Stenly Mawidingan mewakili Kapolres, Batibung Tomohon Serma Alwisius Susanto mewakili Dandim 1302, perwakilan Kejari Tomohon, jajaran Pemkot, serta insan pers.(*)