MINAHASA UTARA — Antusiasme warga Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, tampak begitu tinggi saat Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar Dinas Pangan Kabupaten Minut. Kuota pangan bersubsidi untuk 110 warga ludes terjual dalam waktu singkat, menandakan kebutuhan masyarakat akan pangan terjangkau semakin dirasakan, terutama di tengah dampak musim kemarau.
Program prioritas yang diinisiasi Kepala Dinas Pangan Minut, Asriyadi Lalompoh, ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan. Komoditas yang dijual di bawah harga pasar memberikan ruang napas bagi warga yang tengah menghadapi penurunan daya beli.
Kehadiran GPM mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Desa Tiwoho. Penjabat Hukum Tua Felix Mantiri menyambut positif kegiatan tersebut, sementara Kepala Seksi Pelayanan Desa Tiwoho, Dona Holle, menegaskan manfaatnya sangat terasa bagi masyarakat.
“Kehadiran GPM ini sangat membantu masyarakat, apalagi dalam kondisi saat ini di mana daya beli warga sedang mengalami penurunan akibat dampak musim kemarau,” ujar Dona Holle di sela kegiatan.
Bagi warga Tiwoho, pangan murah bukan hanya soal harga yang lebih rendah, tetapi juga bentuk kehadiran pemerintah yang menyentuh kebutuhan dasar keluarga. Kegiatan ini diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.
Pelaksanaan pasar murah berjalan tertib dan lancar berkat pengawasan langsung dari berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan Camat Wori Oktavianus, Sekretaris Dinas Pangan beserta jajaran dinas, serta perangkat Desa Tiwoho yang mendampingi proses penyaluran pangan kepada warga.
Keberhasilan GPM di Desa Tiwoho menjadi catatan penting bagi Dinas Pangan Minut untuk terus memperluas jangkauan program, khususnya bagi wilayah yang paling membutuhkan. Dengan antusiasme tinggi dan kuota yang cepat habis, kebutuhan akan pangan terjangkau jelas masih menjadi prioritas masyarakat. (*/jein)

Tinggalkan Balasan