LIPUTAN15–Mata Uang Indonesia Rupiah terus menguat atas dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.612 per dolar AS pada perdagangan pasar spot sore ini, Jumat (16/11). Posisi ini menguat 54 poin atau 0,36 persen dari perdagangan sebelumnya.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.594 per dolar AS atau menguat cukup tajam dari kemarin sore di Rp14.764 per dolar AS.

Kurs rupiah di pasar spot kembali menjadi yang terkuat dibandingkan mata uang lainnya di kawasan Asia. Diikuti rupee India menguat 0,31 persen, yen Jepang 0,26 persen, peso Filipina 0,08 persen, dan won Korea Selatan 0,05 persen.

Namun, beberapa mata uang Asia lainnya justru bersandar di zona merah. Ringgit Malaysia melemah 0,04 persen, dolar Hong Kong minus 0,04 persen, dolar Singapura minus 0,09 persen, baht Thailand minus 0,12 persen, dan renminbi China minus 0,14 persen.

Sedangkan mata uang utama negara maju bergerak variasi. Dolar Australia melemah 0,18 persen, rubel Rusia minus 0,16 persen, dan franc Swiss minus 0,02 persen. Sementara dolar Kanada melemah 0,08 persen, poundsterling Inggris minus 0,09 persen, dan euro Eropa minus 0,17 persen.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan penguatan rupiah hari ini dipengaruhi oleh mulai lunturnya sentimen dari luar negeri yang menguatkan dolar AS, khususnya dari kawasan Eropa.

Di sisi lain, rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang semakin dekat juga membuat pasar lebih memilih untuk menahan diri dari dolar AS.

“Informasi pertemuan keduanya memberi sinyal perdamaian, sehingga turut meringankan pergerakan mata uang negara lain,” ujarnya Jumat (16/11). Dilansir CNNIndonesia.com.

Meski begitu, ia mengatakan penguatan rupiah sejatinya sempat lebih tinggi hingga kisaran Rp14.557 per dolar AS pada pagi hari, namun akhirnya sedikit terkoreksi karena pengumuman paket kebijakan ekonomi ke-16.

“Hal ini karena pasar berekspektasi paket kebijakan yang dikeluarkan terkait pengurangan dan pengampunan pajak, namun ternyata masih kebijakan di tataran birokrasi saja, sehingga bisa dibilang kurang memuaskan,” jelasnya.

Untuk pekan depan, ia memproyeksi pergerakan rupiah berada di rentang Rp14.490-14.660 per dolar AS. Artinya, kecenderungan rupiah bakal menguat lagi pada pekan depan.(end)