Sebagai alternatif, Kenji mengusulkan agar tetap membuka keran ekspor batu bara berkalori tinggi (High Calorific Value/ HCV) yang digunakan di Jepang.
“Jepang kebanyakan mengimpor batu bara jenis High Calorific Value (HCV) dari Indonesia, dimana berbeda dengan batu bara jenis Low Calorific Value (LCV) yang digunakan oleh pembangkit PLN,” imbuh dia.
Hingga saat ini, Kenji mengaku setidaknya terdapat 5 kapal pengangkut batu bara yang masih menunggu keberangkatan ke Jepang. Ia pun meminta secara khusus agar kelima kapal tersebut diberikan izin untuk berangkat secepat mungkin.
Sebelumnya, Kementerian ESDM melarang perusahaan batu bara dalam negeri untuk melakukan ekspor mulai 1 Januari hingga 31 Januari 2022.
Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan batu bara dalam negeri, khususnya untuk pembangkit listrik yang dimiliki PT PLN (Persero).
Baca artikel CNN Indonesia “Alasan Jepang Protes Larangan Ekspor Batu Bara RI” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220106072145-85-743160/alasan-jepang-protes-larangan-ekspor-batu-bara-ri.


Tinggalkan Balasan