MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperkuat langkah menuju swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani dengan penyerahan lima unit alat dan mesin pertanian (alsintan) serta 43 ton benih jagung untuk pengembangan lahan seluas 2.910 hektare di Kabupaten Minahasa.
Bantuan ini merupakan bagian dari strategi provinsi mempercepat mekanisasi dan peningkatan produktivitas sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga pangan, dan keterbatasan tenaga kerja.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., menegaskan bahwa bantuan disalurkan berdasarkan pemetaan kebutuhan lapangan sehingga tepat sasaran. Kecamatan Kakas dipilih sebagai prioritas karena memiliki kawasan persawahan luas dan menjadi sentra produksi pangan di Minahasa. “Kakas memiliki areal persawahan yang sangat luas. Potensi besar ini harus didukung dengan sarana yang memadai sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Gubernur.
Gubernur Yulius menekankan pendekatan pembangunan pertanian yang tidak seragam, melainkan disesuaikan dengan karakteristik tiap wilayah. Ia meminta perangkat daerah, penyuluh, dan kelompok tani aktif melaporkan kebutuhan sehingga bantuan bisa diperjuangkan hingga tingkat pusat. Pemerintah provinsi juga membuka komunikasi intensif dengan kementerian untuk memastikan dukungan sesuai kondisi daerah.
Inovasi teknologi menjadi titik tekan lain dalam arahan gubernur. Untuk mengatasi berkurangnya tenaga pemanjat kelapa — yang menghambat produktivitas perkebunan — pemerintah pusat sedang mengembangkan mesin panen kelapa yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi penghasil kelapa di Sulut.
Selain upaya peningkatan produksi, gubernur mengingatkan peran strategis sektor pertanian dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menekan inflasi daerah. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperkuat program pengendalian inflasi, seperti pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Di Kabupaten Minahasa, program ini akan dijalankan di 25 titik untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau dan menjaga pasokan pangan.
Gubernur juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan, tetapi juga komitmen penerima dalam memelihara dan memanfaatkan fasilitas. “Kelompok tani merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. Bantuan pemerintah harus dijaga, dimanfaatkan, dan dipelihara dengan baik agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Dengan kombinasi mekanisasi, penyediaan benih unggul, pemanfaatan inovasi, dan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, Provinsi Sulawesi Utara membangun fondasi pertanian yang lebih modern dan tangguh.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas ekonomi, dan menjadikan pertanian sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat Sulut ke depan.(ite)


Tinggalkan Balasan