JAKARTA-Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE bertemu langsung dengan Menteri Tenaga Kerja di Kantor Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, untuk membahas kondisi ketenagakerjaan dan kebutuhan pelatihan vokasi di Provinsi Sulawesi Utara.

Pertemuan itu menyorot besarnya jumlah pencari kerja yang masih memerlukan keterampilan praktis serta kondisi sarana pelatihan yang memprihatinkan, khususnya di Balai Latihan Kerja (BLK) Bitung.

Dalam paparannya, Gubernur Yulius menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat mengikuti pelatihan tetap tinggi, namun sebagian besar fasilitas di sembilan workshop BLK Bitung mengalami kerusakan dan belum diperbarui.

Kondisi ini, menurutnya, menghambat upaya mencetak tenaga kerja siap pakai yang dibutuhkan industri lokal. “Ini menjadi kebutuhan mendesak. Kami berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja untuk membantu program pelatihan di Sulut,” kata Gubernur Yulius.

Menanggapi paparan tersebut, Menteri Tenaga Kerja menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemprov Sulut dan memaparkan komitmen Kemenaker melalui lima poin strategis. Pertama, percepatan optimalisasi BLK Minahasa Utara (Minut), dengan target penyelesaian infrastruktur dan peralatan agar BLK itu dapat beroperasi penuh pada 2027.

Kedua, penambahan program pelatihan di BLK Bitung yang akan disinergikan dengan BLK Minut.

Ketiga, dorongan kerja sama antara pemerintah provinsi dan perusahaan industri untuk penyusunan pelatihan yang sesuai kebutuhan dunia usaha. Keempat, bantuan optimalisasi seluruh BLK di Sulawesi Utara.

Kelima, permintaan agar Pemprov memperkuat pengawasan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA), memastikan kepatuhan aturan dan adanya proses alih teknologi kepada pekerja lokal.

Pertemuan dihadiri jajaran pimpinan Kemenaker—termasuk Dirjen, Staf Ahli, dan direktur terkait—serta delegasi Pemprov Sulut yang terdiri dari Asisten I Setdaprov, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, dan Kepala BLK Bitung. Hadirnya unsur teknis ini menunjukkan keseriusan pembahasan dari hulu hingga implementasi.

Gubernur Yulius menegaskan kesiapan Pemprov Sulut menindaklanjuti arahan Kemenaker, terutama dalam membangun link and match antara lulusan pelatihan dan kebutuhan industri daerah. Ia menekankan pentingnya memastikan program pelatihan menghasilkan SDM yang relevan dengan pasar kerja lokal untuk menekan angka pengangguran.

“Kami ingin anak-anak Sulut punya keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha. Dengan dukungan Kemenaker, kita optimis pengangguran bisa ditekan dan Sulut semakin maju,” tutup Gubernur Yulius, mengakhiri pertemuan yang membuka peluang percepatan revitalisasi BLK dan peningkatan kualitas tenaga kerja di provinsi itu.(*)