LIPUTAN15.COM,MANADO-Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven Kandouw didampingi Wali Kota Manado Andrei Angouw menghadiri Pencanangan Vaksinasi Booster di Manado Town Square, Kamis (13/01/2022).
Wagub Steven Kandouw mengatakan, kegiatan vaksinasi booster berlaku secara nasional, Sulut maupun di Manado kiranya melaksanakannya sesuai kebutuhan vaksin yang tersedia.
“Masyarakat Sulut harus dilindungi dari virus Covid-19. Sebabnya, vaksinasi booster ini setidaknya menjadi vaksin penguat bagi masyarakat yang sebelumnya sudah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali,” kata Kandouw.
Lanjutnya, untuk ketersediaan dosis booster, di Sulut telah disiapkan sebanyak 200 ribu vaksin yang akan disesuaikan dengan kebutuhan penerima vaksinasi tahap III.
“Tidak boleh berleha-leha, vaksin ini harus habis terpakai karena ada batas kedaluwarsanya,” ungkap Kandouw.
Menurut Kandouw, Gubernur Sulut Olly Dondokambey tidak ingin hal ini terjadi lagi. Yakni ada vaksin yang tidak terpakai sehingga kedaluwarsa di Sulut.
“Makanya saya berharap kepada masyarakat yang sudah melakukan vaksin dosis kedua, bisa melanjutkan dengan vaksin dosis booster,” harapnya.
Selain itu, Kandouw mengapresiasi untuk Kota Manado karena vaksinasi tahap pertama di Manado mencapai 100 persen lebih. Kiranya Kota Manado jadi teladan bagi kabupaten/kota lainnya.
Seperti berita sebelumnya, sebanyak lima vaksin Covid-19 secara resmi diumumkan Badan POM (BPOM) setelah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk menjadi vaksin booster. Kelima vaksin itu adalah Coronavac, Pfizer, Astrazeneca, Moderna dan Zifivax.
Untuk 3 vaksin yang pertama bersifat homolog. Artinya hanya mereka yang vaksin primernya merupakan salah satu dari tiga vaksin tersebut, yang boleh mendapatkan booster tersebut.
Sedangkan vaksin Moderna bersifat homolog dan heterolog. Artinya bisa digunakan oleh mereka yang menerima vaksin primernya moderna atau berbeda. Kemudian, untuk zifivax merupakan vaksin heterolog.
Sementara itu, Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, mengungkapkan, vaksin booster/lanjutan dibutuhkan segera keluar untuk meningkatkan imunitas tubuh manusia dengan semakin banyak varian virus Covid-19 bermunculan.
“Kami juga mengapresiasi kerja sama lintas sektor yang telah mewujudukan vaksinasi pada 81,5% penduduk Indonesia yang layak telah menerima dosis pertama. Kemudian 56% untuk dosis kedua dari 208 juta sasaran vaksin di Indonesia,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan